Alat keselamatan kerja berikut ini adalah dasar perlengkapan pelindung diri (APD) kapal untuk menjaga keselamatan awak atau kru dalam bekerja : Baju Pelindung/ Wear Pack Pakaian keselamatan kerja yang wajib di pakai oleh pekerja di lapangan sesuai dengan peraturan di lingkungan perusahaan untuk melindungi tubuh dari potensi bahaya selama bekerja.

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Ketrampilan Kerja Tim di Kapal Terhadap Keselamatan Pelayaran Menurut Undang -Undang Pelayaran S.Teguh Wiyono1*, Kuncowati1 1Universitas Hang Tuah Surabaya,Jl.Arif Rahman Hakim No.150 Surabaya *Corressponding Author E-mail : rogersts60@gmail.com Hp.081330547914 Abstrak

Untuk pencegahan, jangan sekali-kali meletakkan benda yang akan digerinda di atas permukaan yang licin. 7. Pastikan lokasi kerja aman dari bahan mudah terbakar seperti, thinner, Grease, oil. Hal-hal lain yang juga harus diperhatikan pada saat melakukan penggerindaan adalah: 1. Posisi badan harus dalam posisi aman untuk melakukan pekerjaan.
Jenis alat keselamatan ini sangat banyak dipakai di kapal baik untuk kapal ukuran kecil, kapal menengah dan juga kapal-kapal besar. Khusus untuk kapal-kapal besar alat ini pasti dipakai karena jumlah crew yang ada di kapal besar jumlahnya sangat banyak. 7. Media pelindung panas (Thermal Protective Aid). Media pelindung panas atau yang biasa
2.5 KESELAMATAN KERJA MARITIM KEGIATAN PERKAPALAN Keselamatan Kapal menurut UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, Keselamatan kapal adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan material, konstruksi, bangunan permesinan dan perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta perlengkapan, alat penolong dan radio, elektronik kapal, yang dibuktikan Pengertian ISPS Code. ISPS Code merupakan singkatan dari Internasional Ship dan Port Facility Security Code, ISPS Code adalah aturan yang mengatur tentang prosedur keamanan kapal dan pelabuhan, serta perlindungan kapal dan pelabuhan terhadap berbagai jenis kejahatan seperti Teroris, Pembajakan (Piracy), Perompakan (Robber) dan Pencurian (Pilferage).

permesinan kapal kepada Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Sementara, aspek lainnya, umpama; instalasi radio, kelaikan alat- alat keselamatan di atas kapal, dll masih dilaksanakan langsung oleh Direktorat Perhubungan Laut melalui Marine Inspector-nya. Kondisi seperti itulah yang sering diistilahkan oleh pemilik kapal domestik dengan multiple

Bentuk nyata penerapan manajemen risiko K3 di KMP Prathita IV dan KMP Sereia Do Mar adalah telah tersedianya kelengkapan sarana keselamatan bagi awak kapal maupun penumpang serta kesiapsiagaan para awak kapal dalam menghadapi keadaan darurat yang mungkin terjadi dengan mengadakan pelatihan rutin sesuai sijil yang telah ditetapkan.
Standar dari Institut Standar Nasional Amerika dan Kelompok Profesional Keselamatan Amerika - ANSI/ASSP Z10.0 membantu dalam menetapkan sistem manajemen keselamatan K3 untuk meningkatkan keselamatan pekerja, mengurangi risiko di tempat kerja, dan menciptakan kondisi kerja yang lebih baik. Standar ini merupakan salah satu standar berbasis sistem
Selain jabatan-jabatan tersebut dalam contoh struktur organisasi kapal diatas, masih banyak lagi jenis jabatan di kapal, diluar jabatan Nakhoda. Misalnya di kapal pesiar ada jabatan-jabatan Bar-tender, cabin-boy, swimming-pool boy, general purpose dan lain sebagainya. Dikapal lain misalnya terdapat jabatan juru listrik (electrician), greaser
4. Keselamatan serta Kesehataan Kerja itu ditujukan untuk siapa? Berdasar pada Undang-undang Agunan Keselamatan serta Kesehatan Kerja itu ditujukan bagi semua pekerja yang bekerja di semua tempat kerja, baik di darat, di tanah, di permukaan air, di di air ataupun di udara, yang berada di lokasi kekuasaan hukum Republik Indonesia.
KuBTq5.
  • gao9x6gdp4.pages.dev/488
  • gao9x6gdp4.pages.dev/206
  • gao9x6gdp4.pages.dev/816
  • gao9x6gdp4.pages.dev/120
  • gao9x6gdp4.pages.dev/169
  • gao9x6gdp4.pages.dev/20
  • gao9x6gdp4.pages.dev/307
  • gao9x6gdp4.pages.dev/674
  • keselamatan kerja di kapal